Kam. Apr 15th, 2021

Pembentukan Kampung Siaga Covid-19 di Depok Capai 97,6 Persen

Depok, mediaforwardnews.com – Pembentukan Kampung Siaga untuk mempercepat penanganan penyebaran virus Corona atau Covid-19. di kota Depok telah mencapai 97,6 persen dari total 924 Rukun Warga (RW) yang berada di Kota Depok dan sebanyak 902 RW telah terbentuk Kampung Siaga Covid-19.

“Presentasenya sudah mencapai 97,6 persen. Sisanya akan terus digesa melalui  camat dan lurah demi menghentaskan pandemi Covid-19,” tutur Wali Kota Depok, Mohammad Idris, Sabtu (11/04/20)

Dikatakannya, terdapat beberapa kecamatan yang pembentukannya telah mencapai 100 persen. Antara lain, Kecamatan Cimanggis sudah terbentuk di 92 RW, Tapos 133 RW dan  Cipayung 54 RW.

“Kemudian Beji sebanyak 75 RW, Limo  49 RW, Cinere 42 RW, Sawangan 85 RW dan Bojongsari 92 RW,” jelasnya.

Selain itu, sambungnya, terdapat tiga kecamatan yang masih dalam tahap penyelesaian pembentukan Kampung Siaga Covid-19. Yaitu Kecamatan Sukmajaya telah terbentuk di 117 RW dari total 125 RW atau mencapai 93,6 persen, Cilodong sebanyak 69 RW dari total 70 RW atau sekitar 98,6 persen, dan Pancoran Mas  sebanyak  94 RW dari total 107 RW atau 87,8 persen.

Mohammad Idris menjelaskan, Kampung Siaga ini akan difungsikan sebagai sarana sosialisasi Covid-19, sterilisasi Fasilitas Sosial (Fasos) dan Fasilitas Umum (Fasum). Serta mengaktifkan sistem keamanan warga, sistem informasi kesehatan warga dan lumbung pangan warga yang dilakukan secara swadaya.

“Kampung siaga juga dapat difungsikan untuk monitoring kasus terkonfirmasi positif, Orang Dalam Pemantauan (ODP) dan Pasien Dalam Pengawasan (PDP) yang melakukan isolasi mandiri serta nantinya akan dilibatkan dalam distribusi logistik,” terangnya.

Lebih lanjut, dirinya menyebutkan, perkembangan kasus Orang Dalam Pengawasan (ODP) di Kota Depok, 2077 orang  dan Pasien Dalam Pengawasan (PDP) sebanyak 556 orang.

Dia menambahkan, untuk PDP yang meninggal, saat ini berjumlah 34 orang. Namun demikian, status PDP tersebut merupakan pasien yang belum bisa dinyatakan positif atau negatif, karena harus menunggu hasil pemeriksaan Polymerase Chain Reaction (PCR), yang datanya hanya dikeluarkan oleh Public Health Emergency Operating Center  (PHEOC) Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI.

“Untuk kasus konfirmasi 102, sembuh 11 orang, meninggal 10 orang. Sementara Orang Tanpa Gejala (OTG) 644 orang,” tandasnya. (Ida)

Tinggalkan Balasan